Label

Sabtu, 14 Mei 2011

Sebuah Pelajaran dari Alam

“SALUT!!!!!!!!!!!!” mungkin ungkapan yang tepat untuk nenek ini.
Pernahkah hati kita berkata ”hidupku sudah cukup nikmat”?? Jika anda pernah berpikir hal itu berarti termasuk orang yang bersyukur atas nikmat-Nya. Atau termasuk orang yang mengutamakan nafsu dunia, selalu kurang, berarti nenek ini jauh lebih baik daripada anda.
Memang kelebihan manusia mempunyai 2 hal, nafsu dan akal. Tidak seperti hewan yang hanya mempunyai nafsu tanpa dianugerahi akal dan akhlak. Nafsu akal dan akhlak itulah yang menjadikan manuasia memiliki derajad paling tinggi diantara makhluk Tuhan lainnya. Sehingga manusia memiliki keinginan untuk berkembang maju atau memakmurkan dunia. Tapi jika hanya mengandalkan ego atau nafsu kita betapa rendahnya kita.
Coba kita ambil pelajaran dari nenek itu, betapa mulianya nenek itu tetap berusaha menjalani anugerah hidup yang di berikan oleh-Nya. Tak pernah menyerah walaupun tubuhnya tuanya mulai rentan dimakan waktu. Dia menjalani hidupnya bagai air. Dia sadar hidup adalah ketidakpastian. Kadang hidup tak seindah yang diinginkan dan kadang keindahan datang ketika tak diharapkan. Baginya keindahan bukan suatu hal yang mahal, tidak harus sesuatu yang didambakan semua orang. Popularitas, materi, kekuasaan, ataupun hal lainnya yang banyak diperebutkan orang sampai mempertaruhkan segalanya untuk mendapatkannya.
Diatas langit masih ada langait, kenapa harus berlari menuju puncak tertinggi jika kenyataannya puncak adalah tak terbatas. Cukup nikmati perjalanan bukankah lebih baik. Bukan berarti tanpa berjalan menuju puncak.
“Kulo sing penting saget maem lan diparingi bagas waras niku mawon mpun seneng” (saya bisa makan dan diberi kesehatan saja sudah senang). Sebuah keinginan sederhana namun terasa nikmat mendengarnya. Sebuah harapan yang bagi kita suatu hal yang kadang kita abaikan. Diapun tak pernah menyesal menjalani hidupnya. Karena menuritnya hidup sudah digariskan, dia hanya harus berusaha agar tetap dapat menjalani hidup.
Itulah hidup, kalau penyanyi dangdut bilang "hidup penuh liku-liku", pepatah bilang " hidup bagai roda berputar", sedangkan d'masiv bilang " hidup adalah anugrah". " Hidup adalah pilihan", pilihan yang tak perlu disesali. Karena masa lalu adalah ilmu, masa depan adalah harapan. Harapan dari sebuah pilihan...
Alam pun telah memberi begitu banyak petuah tentang hidup. Termasuk nenek itu adalah sebuah pelajaran dari alam bagi kita yang mau mengambil pelajaran. Mungkin hidup ini seperti air. Fleksibel, menentukan pilihan sesuai keadaan. Ada saatnya harus berhenti, berbelok, berubah bentuk, atau pun diam. Air tak pernah menyesal, tak pernah kembli ke atas. Selalu mengalir dengan pilihan pastinya, dan berbelok jika terhalang...
“Sedikit bukan berarti tak berarti.”
“ Hiduplah seperti air. Mengalir, tenang walau menghancurkan, mengalah tapi menang, dan penuh kepastian.”

Jumat, 13 Mei 2011

BISNIS


Terpuruknya perekonomian Indonesia yang diawal terjadinya krisis multi dimensi pada pertengahan tahun 1997 tidak mengakibatkan sampai jatuh ketitik nol, karena tertopang dengan adanya usaha mikro, kecil, maupun menengah. Usaha-usaha tersebut ternyata mampu menyerap tenaga kerja yang cukup besar. Dari usaha kecil ataupun menengah tersebut tentu saja dapat menjadi usaha yang lebih besar jika dapat mengembangkannya dengan pantang menyerah sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh. Negara akan mempunyai perekonomian yang baik jika warganya banyak melakukan usaha atau bisnis. Para pemudalah yang memiliki potensi bisnis yang sangat baik. Pemuda belum mempunyai tanggungan atau kewajiban yang lebih bila dibandingkan seseorang yang sudah berkeluarga. Mungkin menjadi business man adalah salah satu hal yang dapat dilakukan parapemuda untuk membangun bangsa dan negaranya.
Bisnis”, memang sebuah kata yang kata asing lagi bagi kita. Berasal dari bahasa inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Namun tidak hanya cukup mengetahui arti dan makna kata “bisnis” sja maka kita dapat memulai subuah bisnis.
Bisnis ibarat seni. Bisnis atau banyak orang menyebutnya berwira usaha ini membutuhkan bakat dan banyak hal yang perlu dipelajari, Bakat ini harus diasah agar dapat berkembang. Orang bahkan ada yang menyebut bisnis adalah permainan. Walaupun banyak sarjana ataupun para intelektual yang memahami ilmu bisnis tapi belum tentu dapat memainkan sebuah bisnis.
Dalam memulai sebuah bisnis hal pertama yang harus di miliki adalah keyakinan. Banyak orang beranggapan modallah yang terpenting. Namun sebenarnaya tampa uang sepeserpun kita dapat melakukan sebuah bisnis. Contoh sederhana ada seorang mahasiswa yang ingin mempunyai usaha laundry tapi mesin cuci pun dia tidak punya. Dia berinisiatif membuat papan penerimaan jasa laundry di kosnya. Pakaian-pakaian dari pelanggan dibawa ke ibu-ibu rumah tangga untuk di cucikan dan dia mengambil keuntungan dari itu. Dengan kegigihannya lambat laun memiliki mesin cuci sendiri dan berkembanglah usahanya, “tanpa modal”.
Keyakinan bahwa kita adalah seorang pembisnis handal yang bakal sukses dapat diibaratkan sebagai pondasi dalam melakukan bisnis . Tanpa sebuah keyakinan seorang pembisnis akan mudah terombang ambing situasi dan kondisi. Seseorang yang baru memulai sebuah bisnis dapat tergiur oleh hal-hal yang memikat dalam kehidupannya tanpa keyakinan.
Sebagai contoh sederhana lainnya, seorang pemuda ingin memulai sebuah bisnis pakaian. Dia telah mempersiapkan mulai dari tempat, pasar, dsbnya. Karena melihat di daerahnya banyak orang sukses bisnis ternak, ia beralih ke ternak. Diapun mulai mempersiapkan usahanya lagi. Baru setengah jalan dia mulai pesimis kalau ternaknya terserang penyakit, beralihlah ke bisnis yang lain dan seterusnya dan akhirnya modalnya pun habis hanya untuk persiapan. Jika pemuda itu telah memantapkan niatnya untuk berbisnis pakaian, tentu saja tidak akan mudah terpengaruh oleh hal-hal disekitarnya, tetap focus pada tujuan awalnya.
Seorang pembisnis tidak banyak berpikir namun berpikir panjang kedepan, bahkan sepuluh langkah lebih kedepan. Atau dengan kata lain berpikir dan bertindak. Secara taktis mampu membaca peluang dan mempunyai kemampuan spekulasi prospek suatu bisnis yang baik untuk kedepannya.
Dalam suatu bisnis, pola pikir yang fleksibel sangat di perlukan. Kita tidak harus kaku pada sesuatu yang sewajarnya telah ditentukan. Keberanian mengambil keputusan seperti ini harus dimiliki oleh business man. Karena dunia penuh dengan ketidak pastian dan begitu pula dalam bisnis. Terkadang omset dapat naik ataupun turun sehingga fleksibelitas dan kreatifitas dalam mengatasi keadaan menjadi begitu penting,
Tidak dapat kita pungkiri manusia juga merupakan makhluk social, tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Begitu pula halnya dengan bisnis. Bisnis tidak mungkin dapat berjalan tanpa adanya orang lain. Untuk itu seorang pembisnis haruslah supel, mampu menarik orang sebanyak-banyaknya. Karena tanpa orang lain bisnis kita tidak mungkin dapat berjalan. Sederhana saja kita pikirkan, tanpa konsumen apakah mungkin produk kita dapat terjual?
Seperti yang sudah saya contohkan sebelumnya, dalam bisnis haruslah kreatif. Dapat kita amati seorang mahasiswa tersebut berpikir kreatif dengan membuat papan nama untuk memulai usaha loundrynya. Kreatif bukan hanya sekedar kreatif dalam berkarya, namun yang lebih penting adalah kreatif dalam berpikir, dalam menyikapi keadaan agar bisnis dapat tetap berjalan dan tidak mengalami kerugian.
Jiwa ulet dan pantang menyerah harus dimiliki agar tujuan dapat terwujud, apalagi dalam bisnis yang mempunyai tujuan jangka panjang, missal 10 tahun kedepan. Kolonel Sanders mungkin dapat menjadi inspirasi kita dalam hal pantang menyerah. Dia menawarka resep KFC sampai 999 kali, baru resep tersebut dapat diterima dan sekarang telah dinikmati bermilyar manusia di dunia.
Sedikit dari tulisan ini semoga dapat bermanfaat khususnya bagi pemuda-pemuda bangsa yang pernah terlintas dalam pikirannya untuk memulai sebuah bisnis, yang siap berjuang untuk menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan bermartabat dengan meningkatkan perekonomian nasional. “Sedikit bukan berarti tak berarti.” yuan